Sambangi Sekolah, Satgas Operasi Zebra Semeru 2025 Gaungkan Semangat Tertib Lalu Lintas

oleh -37 Dilihat

Polres Trenggalek – Operasi Zebra semeru 2025 masih menyisahkan beberapa hari kedepan. Menjelang berkahir, Polres Trenggalek terus menggiatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terutama kalangan pelajar.

Hal ini bukan tanpa sebab. Pasalnya, dari hasil evaluasi bahwa pelanggar lalu intas di Kabupaten Trenggalek tercatat masih didominasi oleh usia pelajar. Oleh sebab itu, tak berlebihan jika sekolah masih menjadi sasaran prioritas dalam penyelenggaran edukasi.

Hal ini dibuktikan dengan kegiatan yang digelar di salah satu sekolah menengah tepatnya di SMP Negeri 2 Karangan, Kabupaten Trenggalek. Sabtu, (29/11).

Disela-sela waktu istirahat, Satgas premtif operasi zebra semeru 2025 yang dimotori oleh anggota Satlantas Polres Trenggalek nampak menyampaikan pembinaan dan penyuluhan kepada para siswa soal tertib berlalu lintas.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kasatlantas AKP Sony Suhartanto, S.H., M.H. menuturkan, sepanjang Operasi Zebra berlangsung, pihaknya banyak menemukan pelajar SMP yang mengendarai sepeda motor.

“Dari segi usia tentunya belum diperbolehkan mengendari kendaraan bermotor. Demikian juga dari segi psikologi maupun perilaku. Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian semua pihak. Bukan saja kepolisian tetapi juga keluarga dan sekolah.” Ujarnya.

Disamping menegakkan aturan perundang-undangan lanjut AKP Sony, upaya yang tergelar ini merupakan wujud dari kepedulian jajaran kepolisian terhadap tumbuh kembang dan masa depan anak.

“Oleh sebab itu, kita terus masifkan edukasi untuk menambah wawasan tentang kelalulintasan dan pentingnya keselamatan dalam berkendara.” Imbuhnya.

Masih kata AKP Sony, tak banyak materi yang disampaikan. Pihaknya lebih fokus pada aturan dan etika berlalu-lintas yang mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari berikut contoh dan dampak yang ditimbulkan.

Menurutnya, hal ini lebih mengena dan mudah dipahami oleh para pelajar. Misalnya soal penggunaan helm, rambu dan marka jalan serta jenis pelanggaran yang menimbulkan fatalitas kecelakaan lalu lintas.

“kita harapkan, saat mereka dewasa nanti bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Menjadi teladan dan contoh bagi masyarakat lainnya.” Pungkasnya.

Untuk diketahui, Operasi Zebra Semeru 2025 diselenggarakan selama 14 hari, dimulai tanggal 17 sampai dengan 30 November 2025. Dalam operasi ini, terdapat sejumlah pelanggaran prioritas yang menjadi fokus utama yaitu pengendara tidak menggunakan helm SNI, pengemudi tidak mengenakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara dan melawan arus.

Selain itu, pelanggaran lainnya adalah berkendara di bawah umur, melebihi batas kecepatan, dan mengemudi dalam pengaruh alkohol atau kendaraan tidak laik jalan, pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari 1 orang, kendaraan tidak sesuai spesifikasi teknis dan menerobos lampu merah serta kendaraan ODOL atau Over Dimension Over Loading.

No More Posts Available.

No more pages to load.