Tak Bisa Sembarangan, Pemegang Senpi Polres Trenggalek Wajib Lulus Uji Psikologi

oleh -494 Dilihat

Polres Trenggalek – Dalam menjalankan tugas sehari-hari selaku pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, anggota Polri dibekali dengan berbagai sarana prasarana. Salah satunya adalah senjata api atau Senpi.

Meski demikian, tak semua anggota Polri bisa dengan mudah memegang Senpi. Setiap anggota diwajibkan mengikuti rangkaian tes dan uji kelayakan yang cukup panjang. Baik dari aspek administrasi maupun lingkup tugas yang dinaunginya. Termasuk tes psikologi yang memang rutin digelar minimal satu kali dalam setahun.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H., saat membuka Mapping psikologi yang diselenggarakan berkolaborasi bersama Biro SDM Polda Jatim. Kamis, (20/8).

“Bagi pemegang Senpi, tes psikologi digunakan sebagai salah satu indikator keiakan dari aspek mental kepribadian. Jika dinyatakan lulus dengan nilai standar yang ditentukan, personel akan diperkenankan membawa Senpi, tentunya dengan tetap mendapat pengawasan ketat. Sebaliknya, jika dinyatakan tidak lulus makan Senpi akan ditarik atau digudangkan.” Ungkapnya.

Selain itu, mapping psikologi bertujuan sebagai media pembekalan kesehatan mental psikologis, memetakan psikologi serta konseling bagi seluruh anggota Polri khususnya Polres Trenggalek yang memiliki masalah baik keluarga maupun secara kedinasan.

Pihaknya menambahkan, dalam kegiatan yang digelar di kampus perkuliahan STKIP PGRI Trenggalek tersebut, diikuti oleh sedikitnya 136 personel dari Polres dan Polsek jajaran, terdiri dari pemegang senpi dinas, konselor serta bagi anggota yang akan mengikuti pendidikan pengembangan (Dikbang) maupun sekolah karir seperti SIP maupun PAG.

“Sekaligus sebagai sarana latihan bagi anggota yang telah memenuhi syarat dan berkeinginan meningkatkan karir dari jenjang Bintara ke Perwira melalui Sekolah Inspektur Polisi (SIP) atau Pendidikan Alih Golongan (PAG) dan bagi Perwira digunakan sebagai persiapan untuk menghadapi asistensi jabatan tertentu dimana didalam proses seleksinya juga terdapat tes psikologi yang sama.” Imbuhnya.

Dari pemetaan ini akan diketahui secara detail tentang mental kepribadian, kejiwaan, minat, bakat maupun kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing personel dan hasilnya digunakan sebagai dasar pertimbangan penempatan personel selain track record dan merit system.

No More Posts Available.

No more pages to load.