Polres Trenggalek Gencarkan Edukasi Soal AI, Sasar Pelajar Sekolah

oleh -318 Dilihat

Polres Trenggalek – Perkembangan dunia teknologi informasi semakin pesat. Terlebih soal penggunaan internet dan media sosial yang sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Tak terkecuali Artificial Intelligence atau AI.

Pada satu sisi, penggunaan AI memang cukup banyak membantu, tetapi di sisi yang lain AI juga dapat dimanfaatkan untuk hal-hal negatif. Kecanggihan teknologi ini bisa menjadi celah bagi pelaku kejahatan serta berdampak hukum bagi pengguna yang kurang bijak.

Oleh sebab itu, tak berlebihan jika kemudian jajaran kepolisian ikut turun tangan memberikan edukasi dan sosialisasi khususnya bagi kalangan pelajar agar lebih berhati-hati dalam memanfaatkan teknologi AI.

Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H. melalui Kabag SDM Kompol Sudaroini, S.H. menegaskan, kegiatan edukasi bagi pelajar terus digencarkan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah. Selasa, (1/9).

“Untuk hari ini, sosialisasi kita laksanakan di SMK Negeri 2 Trenggalek. Kita minta waktu sebentar untuk bertatap muka dengan para siswa.” Ungkapnya.

Sebagai tenaga intruktur yang dilibatkan merupakan personel gabungan dari satuan fungsi kepolisian di tingkat Polres yang memang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi maupun komputer.

Agar lebih mengena, petugas menggunakan pendekatan kreatif dan menyenangkan. Hal ini juga didukung oleh personel yang rata-rata masih berusia muda sehingga komunikasi yang terbangun juga lebih fresh.

Disinggung hal yang mendasari kegiatan tersebut, pihaknya menuturkan, perkembangan IT yang demikian pesat harus diimbangi dengan pengetahuan dan pemahanan tentang dampak negatif dibaliknya.

“Jika kita jeli, banyak sekali kita temukan unggahan terutama di media sosial aksi kejahatan yang memanfaatkan teknologi AI. Merubah wajah, bahkan suara seolah-olah menyerupai orang lain. Belum lagi konten yang bernada adu domba, provokatif, ujaran kebencian dan lain-lain.” Ujarnya.

Bukan itu saja, di lingkungan sekolah sendiri, penggunaan AI juga perlu mendapat perhatian tersendiri. Tugas yang diberikan oleh guru dengan mudah diselesaikan oleh AI tanpa harus bersusah payah mengerjakan sendiri.

“Jika tidak dibarengi dengan pemahaman yang tepat, tentu bisa menjadikan daya berfikir kritis siswa menjadi tumpul. Ini yang coba kita bangun agar pelajar tetap bisa eksis tanpa mengesampingkan perkembangan teknologi.” Pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.