Kapolres Trenggaek Dorong Pelajar Pahami Pentingnya Literasi Digital

oleh -91 Dilihat

Polres Trenggalek – Kepedulian jajaran kepolisian terhadap kalangan pelajar atau yang kerap disebut dengan generasi Z memeng patut diacungi jempol. Kepolisian dalam hal ini Polres Trenggalek kerap turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi maupun sosialisasi.

Tak tanggung-tanggung, bahkan Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H., turut turun langsung ke sejumlah sekolah. salah satunya adalah SMA Negeri 1 Trenggalek yang berada di jalan Soekarno-Hatta, Trenggalek. Senin, (7/9).

“Iya betul. Hari ini saya berkunjung ke SMA Negeri 1 Trenggalek sekaligus menjadi pembina upacara hari Senin dalam rangka program Police Goes to School” Ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya menyampaikan soal kenakalan remaja, dimana merupakan masa penuh semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi. Namun, jika tidak diarahkan dengan baik, semangat itu bisa berubah menjadi tindakan yang salah, seperti tawuran, balap liar, atau perundungan.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada segenap siswa-siswi yang hadir untuk senantiasa menunjukkan empati, saling menghargai, dan menciptakan sekolah sebagai tempat yang ramah dan aman untuk semua.

Pihaknya juga menyinggung tentang kebebasan menyuarakan pendapat. Namun demikian kebebasan berpendapat harus dilakukan dengan tertib, santun, dan sesuai aturan hukum dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau ajakan di media sosial yang tidak jelas sumbernya.

Selain itu, pihaknya mengajak para pelajar untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Menggunakan helm saat berkendara, mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan memnghindari kebut-kebutan, balap liar maupun knalpot brong.

“Demikian juga dengan penyalahgunaan Narkoba. Ini telah menjadi permasalahan nasional dan cukup meresahkan. Sudah merambah ke kalangan remaja bahkan anak-anak. Pesan saya, jangan pernah mencoba apalagi sampai terlibat.” Imbuhnya.

Tak ketinggalan, pihaknya juga mengimbau kepada guru dan tenaga pendidik agar membangun komunikasi dua arah. Mendengarkan anak tanpa menghakimi dan menjadikan mereka nyaman bercerita serta membekali dengan literasi digital untuk membantu memahami perbedaan antara dunia maya dan dunia nyata.

“Kita harapkan, mereka nanti bisa menjadi generasi yang tidak hanya unggul diberbagai bidang tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan wawasan kebangsaan sehingga bisa menjadi pribadi yang cerdas dan nasionalis.” Pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.