Implementasi Ecology Policing, Polres Trenggalek Tanam Mangrove dan Lepas Liarkan Ratusan Tukik

oleh -52 Dilihat

Polres Trenggalek – Kepala Kepolisian Resor Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H. didamipingi Ketua Cabang Bhayangkari Trenggalek Ny. Ny. Debie Rizky melakukan penanaman pohon mangrove dan lepas liar tukik atau anak penyu di pantai Kili-kili Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Rabu, (9/9).

Dalam acara yang digelar disela-sela kunjungan kerja di Mapolsek Panggul tersebut, AKBP Rizky menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi ecology policing yaitu wujud kepedulan Polri terhadap kelestarian lingkungan sekaligus langkah menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah Kabupaten Tenggalek.

“Pelepasliaran tukik adalah bentuk nyata komitmen dalam menjaga kelestarian satwa laut, khususnya penyu, agar tetap dapat berkembang biak dan menjadi bagian penting dari ekosistem laut. Kita ketahui bersama bahwa penyu adalah salah satu pemelihara karang-karang lautan dan karang-karang lautan adalah rumah-rumah bagi ikan di laut lepas.” Jelasnya.

Sebagai wilayah pesisir, Kecamatan Panggul sudah dikenal akan keindahan pantai dan alamnya yang eksotik lengkap dengan konservasi penyu di pantai Kili-kili. Hal ini tentunya menjadi kebanggan sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk selalu menjaga kelestarian alam. Tak terkecuali biota laut seperti penyu yang merupakan satwa yang dilindungi.

Pada aspek yang lain, perubahan iklim dan cuaca ektrem yang sering melanda ditambah dengan gelombang tinggi dapat menyebabkan abrasi pada bibir pantai. Kondisi seperti ini tentunya perlu mendapat perhatian dari semua pihak dengan melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah dengan penanaman mangrove.

“Penanaman mangrove memiliki manfaat yang besar, mulai dari menjaga abrasi, menjaga habitat biota pesisir, menyerap karbon, hingga melindungi kawasan pantai dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan.” Imbuhnya.

Pihaknya menegaskan, bahwa tugas menjaga Kamtibmas tidak hanya terbatas soal keamanan masyarakat tapi juga bagaimana bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Meski demikian, pihaknya menuturkan dalam prosesnya kepolisian tidak bisa berjalan sendiri. Oleh sebab itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga pesisir dengan tidak merusak mangrove, tidak membuang sampah sembarangan dan ikut melindungi keberadaan penyu.

“Harapan kami ecology Policing tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama dan menjadi budaya dalam menjaga alam. Hentikan membuang sampah di lautan Karena sampah di lautan sangat rentan bagi penyu. Menjaga lingkungan hari ini berarti menjaga kehidupan masa depan dan anak-anak cucu kita.” Pungkasnya.

Sementara itu, Eko Margono salah satu anggota Pokmas Konservasi Taman Kili-kili menuturkan, Pihaknya sangat mengapresiasi langkah Polres Trenggalek malalui ekologi policing yang turut aktif dalam upaya pelestarian alam dan perlindungan satwa penyu.

“Kebetulan di konservasi penyu taman kili-kili untuk tahun ini yang bertelur dan menetas adalah penyu lekang atau penyu hijau. Tadi yang kita lepas liarkan sebanyak 100 ekor tukik jenis lekang.” Jelasnya.

Pihaknya menegaskan, perlindungan terhadap penyu sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam. Disamping itu, perburuan penyu masih marak dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, serta predator alami penyu juga banyak di lautan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi Polres Trenggalek untuk membantu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat sehingga orang semakin taat dengan aturan pemerintah bahwa memang penyu adalah hewan yang dilindungi dan keberadaannya sangat penting untuk menjaga ekosistem di laut.” Pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.