Kolaborasi Bersama Perhutani dan BBKSDA Jatim, Kapolres Trenggalek Inisiasi Tanam Pohon dan Lepas Liarkan Satwa Endemik

oleh -33 Dilihat

Polres Trenggalek – Konsistensi jajaran Polres Trenggalek dalam Upaya penanggulangan kekeringan melalui metode Ecology Policing menerima respon positif dari masyarakat maupun stakeholder terkait lainnya. Langkah Polres Trenggalek ini dinilai merupakan salah satu terobosan efektif dalam melindungi ekosistem kawasan hutan serta mata air di Kabupaten Trenggalek.

Hal tersebut terungkap dalam acara penanaman pohon dan pelepasan satwa endemik yang digelar di mata air Sumbergedong, pundensari masuk Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Selasa, (6/10).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kapolres Trenggalek, AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H. tersebut mendapat tanggapan serius dari jajaran perhutani KPH Kediri dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim.

“Berawal dari pemikiran bagaimana kita semua bisa mengambil langkah strategis menghadapi El Nino, kekeringan sekaligus menjelang masuk musim penghujan yang sering diiringi dengan bencana banjir dan tanah longsor.” Ungkapnya.

Pihaknya menuturkan, bahwa 67 persen wilayah Kabupaten Trenggalek merupakan kawasan hutan. Kondisi ini selayaknya bisa menjadi modal besar untuk berbuat lebih dalam rangka mencegah dampak kekeringan dengan merawat sumber mata air sekaligus mencegah banjir dan tanah longsor.

Oleh sebab itu, pihaknya berkolaborasi Bersama Perhutani dan BBKSDA untuk melakukan penanaman pohon serta pelepasliaran satwa endimik yang nanti dapat membantu penyebaran bibit-bibit pohon sehingga vegetasi dan keragaman hayati bisa lebih merata.

“Untuk bibit pohon yang kita tanam adalah jenis Beringin sebanyak 20 batang, pohon Salam 5 dan pohon jambu 5. Kemudian satwa yang kita lepasliarkan adalah 4 ekor burung, statusnya dilindungi. Satu ekor Jenis pancawarna dan tiga ekor Gelatik Jawa.” Imbunya.

Pihaknya menegaskan, kegiatan ini bukanlah seremonial semata. Pihaknya memastikan telah menjadin kerjasama dengan stakeholder terkait untuk melakukan kegiatan yang sama di sumber mata air dan Kawasan hutan yang lain.

Kepada masyarakat Kabupaten Tenggalek, khususnya di wilayah yang berdampingan dengan Kawasan hutan, pihaknya mengimbau untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan penembangan liar, pembakaran maupun menangkap atau memburu satwa-satwa endemik.

“Agar kanopi hutan, pohon-pohon bisa terjaga dan kekeringan bisa kita antisipasi dengan lebih baik.” Ucapnya.

Sementara itu, ADM perhutani KPH Kediri, Miswanto S.Hut, M.H. menuturkan, pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung Upaya yang telah diinisiasi pleh Kapolres Trenggalek tersebut. Menurutnya, selam aini yang sering dilakukan terbatas pada penanaman pohon semata.

“Seperti yang disampaikan Bapak Kapolres tadi bahwa melepasliarkan satwa tidak hanya membantu merawat ekosistem hutan tetapi juga memberikan kesempatan kedua bagi satwa. Oleh sebab itu, kita nanti ke depan pada saat kita reboisasi, penanaman-penanaman di daerah sumber mata air, juga perlu ada satwa-satwa yang dilepasliarkan.” Jelasnya.

Senada, perwakilan dari BBKSDA Jatim, Ruki Umaya, S.Hut, M.si., menuturkan, Kabupaten Trenggalek memiliki potensi yang luar biasa dan turut berbangga atas inisiasi Kapolres yang peduli dan konsisten dalam menjag akelestarian alam khususnya mata air dan Kawasan hutan.

“Kami dari BKSDA Siap mendukung dan bekerjasama kembali. Yang jelas dari Rimbawan, Kehutanan dari BKSN, Kementerian Kehutanan menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres bersama seluruh jajaran.” Ujarnya.

Pihaknya juga berpesan agar setelah penanaman dan pelepasanliaran juga dirawat Bersama-sama. Terutama sarang dan satwa betul-betul dijaga dari pemburu sehingga apa yang menjadi harapan dan tujuan semua pihak bisa terwujud.

No More Posts Available.

No more pages to load.