Polres Trenggalek Gencarkan Subuh Keliling, Jaga Kondusivitas dan Buka Ruang Interaktif Masyarakat

oleh -94 Dilihat

Polres Trenggalek – Jajaran Kepolisian Resor Trenggalek menggencarkan patroli subuh keliling atau yang juga dikenal dengan sebutan Suling Mas (Subuh Keliling Menjaga Kamtibmas). Sebuah program pemeliharaan Kamtibmas yang dilakukan pada dini hari menjelang subuh.

Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H., melalui Kasihumas AKP Katik, S.H. menerangkan, subuh keliling ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolri Jenderal Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. sebagai salah satu upaya menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mendorong kedekatan Polri dengan masyarakat.

“Konsep dasarnya adalah, Polisi hadir bukan hanya saat terjadi gangguan keamanan, tetapi hadir bersama masyarakat dalam setiap sendi kehidupan sehari-hari.” Ungkapnya.

Selain menggelorakan kembali gerakan salat subuh berjamaah, Suling Mas ini juga berfungsi untuk menekan kriminalitas yang kerap terjadi pada dini hari atau menjelang subuh. Memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman.

Kegiatan diawali dengan patroli keliling pemukiman penduduk pada pukul 02.00 WIB dimana berdasarkan crime index dan crime clock diketahui bahwa aksi kejahatan seperti pencurian biasanya terjadi pada interval waktu antara pukul 24.00 sampai dengan 04.00 WIB. Para pelaku kejahatan ini mengambil kesempatan saat korban tertidur lelap.

Setelah berkeliling, petugas akan melaksanakan ibadah salat subuh berjamaah bersama masyarakat di wilayah sasaran patroli. Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan petugas untuk berinteraksi dengan masyarakat.

Manfaat lainnya adalah subuh keliling juga menjadi wadah bagi polisi untuk mendengar keluhan, menyerap aspirasi, serta berdiskusi santai dengan tokoh agama dan masyarakat tanpa ada sekat serta membangun komunikasi yang cair agar kehadiran polisi dirasakan sebagai pelindung dan bagian dari masyarakat.

Meski terlihat sederhana lanjut AKP Katik, impact yang diterima masyarakat sangat terasa. Satu sisi petugas bisa memahami secara langsung tentang kondisi Kamtibmas wilayah termasuk kendala maupun tingkat ancaman yang dihadapi dan dari sisi yang lain masyarakat bisa menyampaikan aspirasi, harapan dan keinginannya yang mungkin bisa diterima ataupun diteruskan kepada instansi lainnya.

“Muaranya adalah Kamtibmas yang kondusif.” Pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.