Progres Pembangunan Mako Satpolair Terus Berjalan, Polres Trenggalek Gelar Sosialisasi Status Lahan di Watulimo

oleh -8 Dilihat

Polres Trenggalek – Progres pembangunan Markas Komando (Mako) Satpolair Polres Trenggalek terus berjalan. Keberadaan Satpolair di pesisir Trenggalek dinilai sangat penting guna mencegah potensi gangguan Kamtibmas khususnya kejahatan laut maupun transnasional crime.

Sejak beberapa tahun terakhir, Polres Trenggalek telah mengusulkan pembentukan Satpolairud organik. Bahkan, Polda Jatim maupun Mabes Polri telah turun ke lapangan untuk meninjau dan melakukan studi kelayakan.

Awal bulan September 2026 yang lalu, Polres Trenggalek telah menerima sertifikat lahan Satpolair. Sertifikat ini sangat penting untuk memberikan kepastian dan kejelasan status hukum atas aset lahan yang nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian dan dalam waktu dekat proses pembangunan akan segera dilaksanakan.

Menindaklanjuti hal tersebut, Polres Trenggalek menggelar sosialisasi terkait status tanah Mako Satpolair tersebut. Acara yang mengambil tempat di Aula PPN Watulimo ini, dihadiri oleh pejabat utama Polres Trenggalek, TNI AL, Polair, Kepala BKEUDA, Kepala PPN Prigi, Kepala Dinas PKPLH, Forkopimca Watulimo, Kepala desa Tasikmadu serta sejumlah perwakilan warga. Rabu, (28/10).

“Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, perhatian, dan kontribusi positif, sehingga progres pembangunan Mako Satpoair Polres Trenggalek berjalan dengan baik dan lancar.” Ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H. Rabu, (28/10).

Dukungan tersebut merupakan wujud nyata, sinergi dan kebersamaan dalam meningkatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Disamping sebagai salah satu upaya mendekatkan pelayanan kepolisiannya di wilayah pesisir.

Hal ini sejalan dengan semangat tagline Kapolri `Polisi Bersama Masyarakat`, serta komitmen Polri untuk senantiasa hadir, mendengar, menyapa, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat hingga ke daerah perbatasan.

“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mengenai status tanah yang nantinya akan digunakan sebagai Mako Satpolair, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kepolisian dalam menjaga keamanan di wilayah pesisir dan perairan Kabupaten Tenggalek.” Imbuhnya.

Pihaknya memahami bahwa Kecamatan Watulimo memiliki posisi yang strategis. Termasuk keberadaan pulau Panehan dan Sekel yang merupakan pulau terluar di Jawa Timur. Kondisi ini menuntut kewaspadaan bersama dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan, khususnya kejahatan lintas negara.

Luasnya wilayah ditambah dengan kekayaan alam dan keanekaragaman hayati merupakan anugerah yang luar biasa. Namun di balik itu semua, terdapat potensi kerawanan yang harus diantisipasi terutama transnational crime, penyelundupan serta berbagai aktivitas ilegal lainnya.

Dengan adanya Mako Satpolair, diharapkan pelayanan kepada masyarakat pesisir semakin dekat, patroli perairan semakin efektif, serta koordinasi antara Polri dengan pemerintah daerah, TNI AL, masyarakat nelayan dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dan harmonis.

Pihaknya juga berharap, proses sosialisasi ini dapat berjalan secara terbuka, komunikatif dan mengedepankan musyawarah dengan tetap memperhatikan hak-hak masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Mari kita bangun kebersamaan, karena keamanan laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir bukan hanya tanggung jawab Polri, melainkan tanggung jawab kita bersama. Semoga upaya ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Polri bersama masyarakat. Menjaga laut, melindungi nelayan, dan mengamankan wilayah perairan demi kepentingan bangsa dan negara.” Pungkasnya

No More Posts Available.

No more pages to load.