Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Polres Trenggalek Gelar Apel Gabungan

oleh -264 Dilihat

Polres Trenggalek – Ratusan personel gabungan mengikuti Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026. Apel yang diselenggarakan di halaman Mapolres Trenggalek tersebut diikuti oleh personel dari unsur TNI, Polri, Satpol PP Damkar, Dishub, BPBD, Tagana, Basarnah hingga Dinkes dan PMI. Kamis, (5/11).

Kapolres Trenggalek Kapolres Trenggalek, AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H., melalui Wakapolres Kompol Herlinarto, S.E., M.M., mengungkapkan, apel gelar pasukan digelar dalam rangka memastikan kesiapansiagaan seluruh personel, sarana-prasarana, peralatan serta mekanisme, koordinasi sehingga dapat memberikan pelayanan dan perlindungan yang maksimal kepada masyarakat khususnya dalam menghadapi potensi bencana alam hidrometeorologi.

BMKG menyatakan bahwa musim hujan tahun 2026 sampai dengan tahun 2027 diperkirakan datang lebih lambat dari yang seharusnya. Hal tersebut menunjukkan sinyal bahwa terdapat indikasi kemungkinan akan terjadi cuaca ekstrem di berbagai wilayah di Jawa Timur, termasuk kabupaten Trenggalek.

“Oleh karena itu, negara harus hadir untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Kita sebagai representasi negara harus mampu untuk menanggulangi dan meminimalisir dampak yang diakibatkan oleh bencana alam yang akan terjadi.” Ungkapnya.

Pihaknya menuturkan, untuk menekan jumlah korban, harus terbangun kerjasama yang baik untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, bersinergi dan berkolaborasi demi tugas kemanusiaan ini.

Tentunya tanggung jawab tersebut dapat terwujud apabila semua stakeholder sudah mempersiapkan segala sesuatu dengan maksimal, tidak underestimate dan harus tetap siap siaga menghadapi segala potensi bencana alam yang akan terjadi.

Guna menyukseskan penanganan kebencanaan, pihaknya menekankan agar jajarannya segera melakukan pemetaan bersama stakeholder terkait wilayah rawan bencana alam, memperkuat koordinasi dan jalur komunikasi antar instansi, membentuk posko kesiapsiagaan sehingga setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat

Disamping itu, seluruh personel yang dilibatkan harus dalam kondisi prima serta dilengkapi dengan alat pelindung diri. Menurutnya, keselamatan petugas sama pentingnya dengan keselamatan masyarakat yang dilindungi.

“Tanggung Jawab kemanusiaan ini merupakan tugas mulia dan penuh dengan kehormatan. Saya berharap kepada rekan-rekan semuanya agar melakukan tugas ini dengan tulus, ikhlas. Mari kita niatkan tanggung jawab ini sebagai ladang ibadah untuk memberikan pertolongan kepada sesama.” Pungkasnya.

Acara ditutup dengan pengecekan personel, sarana prasarana pendukung baik kendaraan kebencanaan maupun peralatan penunjang lainnya seperti perahu karet, pelampung, gergaji mesin hingga cangkul dan peralatan lainnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.