Diluar Ekspetasi, `Muncak Bareng` Operasi Keselamatan Semeru 2026 Polres Trenggalek Disambut Antusias Warga

oleh -65 Dilihat

Polres Trenggalek – Polres satu ini memang cukup dikenal dengan daya kreatifnya yang tinggi. Ada saja kegiatan yang dikemas menarik sebagai media sosialisasi maupun edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tertib berlalu lintas.

Bertepatan dengan digelarnya Operasi Keselamatan Semeru 2026, Satlantas menggelar satu acara yang terlihat cukup sederhana namun sangat mengena. Sasarannya adalah generasi muda dan penggemar mendaki gunung di Trenggalek.

Tagline yang diangkatpun dibuat semenarik mungkin `Muncak Bareng Wilis via Bendungan, Edisi Razia Wong Cidro` lengkap dengan caption `Gratis Tilang di Puncak`. Tak ayal, acara inipun disamput positif oleh masyarakat Kabupaten Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kasatlantas AKP Sony Suhartanto, S.H., M.H. menegaskan, pihaknya sengaja menggelar kegiatan yang bisa dibilang tak biasa untuk memberi ruang pada generasi muda turut berkontribusi dalam Kamseltibcarlantas melalui kegiatan positif.

“Kita coba menggunakan pendekatan yang berbeda, anti mainstream dalam mendukung Ops Keselamtan Semeru 2026 dengan melihat potensi remaja dan berbagai umur dengan kegiatan naik gunung yang banyak digemari.” Ujarnya

Pihaknya menuturkan, respon masyarakat khususnya para remaja di Trenggalek terhadap kegiatan naik gunung ini benar-benar di luar ekspetasi. Bagaimana tidak, acara yang dikemas sederhana ini mampu menyedot animo sedikitnya 350 orang.

“Selama ini Polisi dikenal kaku. Nah, dari kegiatan ini kita buktikan bahwa Polri khususnya Polantas bisa lebih cair dan sama juga seperti masyarakat yang lain. Jadi komunikasi menjadi lebih gayeng.” Imbuhnya.

Lebih lanjut AKP Sony mengatakan, sebelum pendakian koordinator kegiatan yang merupakan anggota dari unit Kamsel menyampaikan edukasi terkait dengan seluk beluk Operasi Keselamatan Semeru 2026 dan beberapa materi edukasi berkendara yang aman.

Petugas juga membuka ruang diskusi dengan suasana yang penuh keakraban. Obrolan ringan tersebut berlanjut hingga di titik puncak yang disebut dengan puncak kahyangan gunung Wilis dengan ketinggian mencapai 1.529 Mdpl.

“Rute yang dilintasi sepanjang 7 km dengan estimasi total rute pulang dan pergi 14 km, dan waktu tempuh perjalanan normal total 7 jam.” Ungkapnya.

Meski demikian, dalam muncak bareng ini bukan berati tanpa kendala. Jalur pendakian yang reltif sempit dan licin menjadi tantangan tersendiri. Kekompakan dan kepedulian satu sama lain menjadi salah satu faktor penentu agar bisa sampai di puncak Wilis.

“Harapan kita, melalui kegiatan ini, masyarakat memahami bahwa dalam pendakian juga membutuhkan hal yang sama halnya seperti kita berlalu lintas di jalan umum. Mendidik kesabaran, kelengkapan mendaki dan kondisi kesehatan yang prima juga untuk mendukung keselamatan.” Pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.