Mobilitas Warga Meningkat Jelang Waktu Berbuka, Polres Trenggalek Intensifkan `Patroli Ngabuburit`

oleh -187 Dilihat

Polres Trenggalek – Masih terkait dengan pengamanan di bulan suci Ramadan, siapa sangka jajaran Kepolisian ternyata telah menyiapkan sejumlah strategi yang terbilang cukup efektif dalam menjaga Kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Setelah sebelumnya ada patroli Sahur yang fokus pada pemeliharaan Kamtibmas menjelang sahur hingga ibadah salat subuh, Polres Trenggalek juga menggelar patroli senada yang berorientasi pada pelayanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas menjelang berbuka puasa atau yang disebut dengan `Patroli Ngabuburit`.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kasihumas AKP Katik, S.H., menegaskan, patroli Ngabuburit ini sudah tergelar sejak hari pertama puasa Ramadan dengan melibatkan personel dari tingkat Polres maupun Polsek jajaran.

“Bedanya hanya waktu pelaksanaan. Kalau patroli sahur dimulai pukul 02.00 WIB sampai masuk subuh. Sedangkan patroli Ngabuburit dilaksanakan mulai pukul 15.00 WIB sampai waktu berbuka. Kemudian dilanjutkan lagi dengan Patroli Tarawih.” Ujarnya.

Pihaknya menuturkan, menjelang waktu berbuka, tingkat mobilitas masyarakat cenderung meningkat, terutama bagi warga yang ingin berburu takjil maupun sekadar membeli menu buka puasa di pusat kuliner.

Kondisi tersebut tentunya juga berimbas pada potensi gangguan Kamtibmas sehingga diperlukan langkah-langkah kepolisian untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang akan berbuka puasa.

“Sasaran patroli meliputi pusat keramaian dan perbelanjaan, tempat nongkrong dan berjualan takjil hingga wisata kuliner dimana kerap dijasikan lokasi buka bersama. Khusus diseputaran kota Trenggalek, mulai dari lingkar alun-alun, Pasar Pon, sepanjang jalan Panglima Sudirman dan jalan Soekarno Hatta, jalan Brigjen Soetran dan hutan kota. Semua kita sisir dan lakukan patroli. Kita pastikan kondusif.” Imbuhnya.

Bukan itu saja, Patroli Ngabuburit ini juga melakukan langkah-langkah untuk mencegah timbulnya tindak kriminalitas maupun kejahatan, balap liar, knalpot tidak sesuai spesifikasi hingga penggunaan petasan atau mercon.

Sedangkan untuk penggunaan perkuatan, di tingkat Polres melibatkan sedikitnya enam unit operasional yakni dari Satlantas, Satsamapta, Satbinmas, Satintelkam dan Satreskrim dan Satresnarkoba. Satu unit terdiri dari sekurangnya 6-10 personel. Sedangkan Polsek jajaran menerjunkan personel yang masuk piket hari itu ditambah dengan regu cadangan.

No More Posts Available.

No more pages to load.