Digelar di Alun-Alun, Pelatihan Revolusi Mental Polres Trenggalek Pakai Metode Games Seru

oleh -6 Dilihat

Polres Trenggalek – Puluhan personel Polres Trenggalek nampak semangat saat mengikuti pelatihan revolusi mental yang digelar di pelataran Alun-alun, Kabupaten Trenggalek. Selasa, (23/6).

Kegiatan revolusi mental yang diikuti oleh sedikitnya 65 personel dari tingkat Polres dan Polsek jajaran ini merupakan proses perubahan pola pikir terhadap anggota Polri dalam menghadapi perkembangan, dinamika serta problematika di tengah masyarakat.

Uniknya, kegiatan revolusi mental kali ini lebih banyak menggunakan metode permainan kelompok untuk memperkuat intuisi, kerjasama tim hingga pengambilan keputusan yang tepat dan cepat. Metode ini dinilai lebih adaptif, variatif dan tidak membosankan, sehingga apa yang menjadi tujuan dari revolusi mental bisa tercapai optimal.

Tak mau setengah-setengah, Polres Trenggalek menghadirkan tenaga instruktur yang sudah cukup berpengalaman dan bekompeten dibidangnya yakni AKP Suyono, S.H., yang sehari-hari menjabat sebagai Kasubbagbinkar BagSDM Polres Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui KabagSDM Kompol Sudaroini S.H. mengatakan, sasaran pelatihan revolusi mental ini mengarah pada pola pikir, budaya dan perilaku yang baru, disesuaikan dengan kebudayaan masyarakat sosial pada umumnya, disamping membentuk karakter polisi yang dicintai dan diharapkan oleh masyarakat.

Pelatihan ini bertujuan untuk mendorong anggota Polri sebagai agen perubahan dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara di era digital saat ini sangat diperlukan pembentukan karakter aparat Polri yang memiliki jati diri sempurna.

“Semua pola pelatihan yang telah diberikan khususnya kepada anggota tersebut tidak lepas dari upaya untuk meningkatkan kinerja Kepolisian serta citra dan kepercayaan masyarakat.” Ujarnya

Dalam pelatihan yang digelar sehari ini peserta akan dibekali dengan beberapa materi yang mencakup 3 hal antara lain perubahan mind set dan culture set, agen perubahan serta aplikasi NAC atau Neuro Associative Conditioning.

“Harapannya, polisi menjadi lebih profesional dalam bekerja, memiliki mental dan akhlak yang baik sehingga terwujud Polri yang presisi.” Pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.