Keseruan Pelajar MI Sugihan Belajar Sejarah bareng Satlantas Polres Trenggalek

oleh -37 Dilihat

Polres Trenggalek – Jajaran kepolisian memiliki satu program unggulan yang bertajuk polisi sahabat anak. Program yang juga dikenal dengan sebutan Polsanak ini berorientasi pada pembinaan dan edukasi yang dikhususkan bagi pelajar taman kanak-kanak (TK), pendidikan anak usia dini (Paud) hingga sekolah dasar (SD).

Namun siapa sangka, dalam pelaksanaannya anak-anak ini tidak hanya dibekali dengan pengetahuan soal kepolisian maupun tertib berkendara tetapi juga soal etika dan sejarah kepolisian. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan Polsanak bersama MI Sugihan, Kecamatan Kampak yang dimotori oleh jajaran Satlantas di Mapolres Trenggalek. Kamis, (16/7).

Sembari berkeliling area Mapolres dan dikenalkan dengan tugas dan fungsi kepolisian berikut perlatan yang digunakan, anak-anak juga dibawa ke sayap timur gedung induk dimana terdapat satu bangunan berdinding kaca yakni museum hidup R. Roestamadji.

Di lokasi tersebut disuguhkan berbagai barang dan peralatan jadul yang digunakan untuk mendukung tugas-tugas kepolisian di masanya. Termasuk seragam polisi dan sepeda yang menjadi kendaraan utama untuk berpatroli wilayah.

Berbeda dengan kegiatan lainnya yang banyak diselengi dengan bermain dan bernyanyi, antusias anak-anak saat melihat barang-barang lama tersebut relatif cukup tinggi. Bahkan, karena penasaran tak sedikit diantaranya yang antusias bertanya tentang fungsi dan kegunaan berbagai perlatan tersebut. Termasuk para guru dan pendamping dari sekolah.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kasatlantas AKP Kharisma Afriansyah, S.H., membenarkan, disamping wawasan soal kepolisian dan kelalulintasan, anak-anak juga dibekali dengan pengetahuan soal sejarah khususnya Polres Trenggalek.

“Nama museum itu sendiri merujuk pada nama AKP R. Roestamadji yang menjabat sebagai Kapolres Trenggalek pertama. Melalui barang-barang yang ada di museum ini kita coba visualisasikan perjalanan Polres Trenggalek hingga menjadi seperti saat ini.” Ungkapnya.

Pihaknya menuturkan, pengetahuan soal sejarah Polres Trenggalek dari masa ke masa ini cukup penting agar anak-anak memahami bagaimana perjuangan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Trenggalek sehingga tumbuh kecintaan terhadap lembaga kepolisian.

Pada sisi yang lain, museum ini juga berfungsi sebagai media pembelajaran efektif untuk menggugah rasa cinta tanah air, meneguhkan jiwa kebangsaan serta mendorong anak-anak memiliki rasa kebanggan terhadap Polri serta menjadikan contoh dan teladan tentang kepatuhan terhadap hukum dan aturan. Tak terkecuali tentang tertib berlalu lintas.

“Mereka adalah anak-anak kita, generasi masa depan yang nantinya akan menjadi pemimpin. Kita bekali mereka dengan hal-hal yang positif menyongsong Indonesia emas 2045. Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Dari masa lalu kita belajar dan menatap masa depan.” Pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.