Keren! Satlantas Polres Trenggalek Manfaatkan Teknologi AI Sebagai Media Pembelajaran Tertib Berlalu Lintas

oleh -37 Dilihat

Polres Trenggalek – Ada yang menarik saat Polantas memberikan edukasi tertib berlalu lintas kepada pelajar SDN 1 Surodakan, Trenggalek.  Jumat, (17/7).

Pointer materi yang diberikan mungkin tak jauh berbeda dengan sosialisasi atapun pembinaan yang pernah dilakukan sebelumnya. Satu hal yang membedakan adalah, media pembelajaran yang digunakan dan metode yang terapkan.

Ya, para Polantas muda yang merupakan anggota dari unit Kamsel Satlantas Polres Trenggalek ini memilih menggunakan media pembelajaran yang unik dan kekinian berupa audio visual berbasis Artificial Intelligence atau yang kerap disebut AI.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kasatlantas AKP Kharisma Afriansyah, S.H. menerangkan materi yang diberikan pada dasarnya tak jauh dari soal aturan berlalu lintas, keselamatan berkendara dan seputar penyebab dan dampak fatalitas kecelakaan lalu lintas.

Namun jika cara penyampaiannya tidak mengikuti perkembangan dan dinamika teknologi informasi tentu menjadi kurang menarik dan membosankan. Apalagi generasi hari ini cenderung sudah mengenal gadget sejak belia.

“Kita sesuaikan dengan kondisi hari ini. Bagaimana membuat pembelajaran menjadi lebih hidup, menarik dan tidak membosankan. Nah, salah satunya kita pakai teknologi AI.” Ujarnya.

Selain tampilan visual tiga demensi yang keran, petugas juga disispkan beberapa konten yang saat ini sedang tren di media sosial sebagai contoh kasuistik sekaligus menghibur anak-anak sehingga pesan yang ingin disampaikan bisa lebih mudah diterima.

“Kebetulan kita punya sumber daya manusia yang kompeten. Polisi muda yang memang begelut dengan dunia digital, kemudian juga memiliki kemampuan mengajar yang baik. Jadi klop sudah.” Imbuhnya.

Tak berhenti disitu, dalam acara yang mengambil tempat di gedung Bhawarasa area pendopo Manggala Praja Nugraha, Kabupaten Trenggalek tersebut juga diselingi dengan interaksi langsung dengan peserta sehingga terbangun komunikasi dua arah yang baik.

“Respon anak-anak dari stimulus yang kita berikan benar-benar diluar ekepetasi. Kelas menjadi lebih hidup, antusias tinggi dan anak-anak juga aktif menjawab dan bertanya. Hal ini tentunya menjadi sinyal positif dan bisa menjadi inspirasi bagi pembelajaran anak-anak ke depan.” Pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.