Kreatif, Bhabinkamtibmas di Trenggalek Pakai Metode Outbond Sebagai Sarana Pembinaan Karang Taruna

oleh -2 Dilihat

Polres Trenggalek – Pemuda melalui organisasi Karang Taruna memiliki peran strategis dalam membangun desa. Karang taruna juga merupakan motor penggerak kegiatan kepemudaan di desa. Tak heran jika kemudian, karang taruna menjadi jujukan bagi warga dalam berbagai kegiatan di lingkungan desa.

Untuk mewujudkan hal tersebut, tiga pilar Desa Jombok, Kecamatan Pule yang terdiri dari Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa rutin menggelar pembinaan Karang Taruna yang diikuti oleh puluhan pemuda dan pemudi setempat.

Tak seperti pembinaan yang biasa ditemui, tiga pilar desa Jombok ini punya cara yang terbilang unik saat menggemleng anggota Karang Taruna. Bukan dengan pembelajaan kelas seperti pada umumnya tetapi justru menggunakan metode outbond.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kapolsek Pule AKP Muhtar, S.A.P. mengatakan, Pihaknya mendorong para Bhabinkamtibmas jajarannya untuk mengembangkan metode edukasi maupun sosislisasi agar menjadi lebih menarik.

“Kadang kalau pembelajaran layaknya sekolah, didalam ruangan, ceramah, itu terkesan membosankan. Peserta juga banyak yang ngantuk. Beda kalau misalnya pakai metode outbond yang tentunya lebih menarik dan menjadi lebih semangat.” Ujarnya.

Sementara itu, Bhabainkamtibmas Desa Jombok, Aiptu Handoko, S.H. yang juga bertindak selaku nara sumber kegiatan tersebut menuturkan, beberapa materi yang disampaikan merupakan sesuatu yang menjadi tren terkini dan perlu perhatian dari kalangan pemuda.

“Seperti misalnya soal tinggingya angka HIV/Aids yang saat ini menjadi perbincangan hangat masyarakat. Bagaimana para pemuda desa Jombok harus menyikapi dan terhindar dari HIV/Aids. Kemudian soal Miras dan Narkoba, bijak bermedia sosial dan tentunya diselipkan juga materi wawasan kebangsaan. Karena bagaimanapun juga, para pemuda ini ke depannya juga akan menjadi figur penting dalam pembangunan desa.” Ucapnya.

Menariknya, dalam pembinaan tersebut, para peserta juga dibekali dengan pembentukan karakter ditambah dengan penguatan team work dan team building sebagai bekal menjalankan organisasi Karang Taruna yang efektif.

Agar lebih greget, pihaknya menggunakan berbagai permainan outbond seperti game estafet gelas dimana peserta memindahkan air secara estafet menggunakan gelas hingga mengisi botol di garis finish tanpa berlari maupun mengganti gelas. Permainan ini untuk melatih kerja sama, koordinasi, komunikasi, dan strategi tim.

Ada pula permainan tebak nama hewan dengan gerak tubuh melatih komunikasi nonverbal, kreativitas, dan kekompakan serta permainan menyusun menara gelas tanpa menyentuh tangan melatih koordinasi, kepemimpinan, kesabaran, dan pembagian tugas.

“Terakhir, para peserta kita bagi menjadi kelompok kecil kemudian kita simulasikan bagaimana menyusun program kegiatan dengan dana Rp 30 juta. Disini mereka bisa mengasah dan dibuka ruang lebar untuk menuangkan ide dan gagasan dengan dana yang terbatas namun hasil yang dicapai bisa lebih maksimal.”

Pihaknya berharap, dengan pola pembinaan yang rutin dilaksanakan tersebut mampu meningkatkan kualitas SDM dan daya kreativitas serta cinta tanah air sehingga bisa berkontribusi dalam mengembangkan dan membangun desa lebih maju.

No More Posts Available.

No more pages to load.