Rakor Mitigasi Bencana Kekeringan dan Karhutla, Kapolres Trenggalek Tekankan Pentingnya Sinergitas Penanganan

oleh -1269 Dilihat

Polres Trenggalek – Menyikapi maraknya peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah, Polres Trenggalek menginisiasi digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) bersama membahas tentang mitigasi bencana kekeringan dan Karhutla. Rabu, (12/8).

Dalam acara yang mengambil tempat di aula Tatag Trawang Tungga Mapolres Trenggalek tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda serta OPD dan stakeholder terkait.

Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H. menuturkan, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dan kering yang berdampak pada sejumlah aspek, mulai dari krisis air bersih hingga Karhutla.

Dari pengamatan dilapangan, dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan intensitas titik dan luas area kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Trenggalek. Kondisi tersebut harus menjadi alarm agar tidak lengah dan terus meningkatkan langkah-langkah pencegahan.

“Beberapa hari yang lalu terjadi kebakaran di gunung orak-arik dan diketahui ada 4 orang yang sempat terjebak dilokasi. Kemudian ada pula kebakaran di wilayah Panggul yang disebabkan oleh puntung rokok dan mengakibatkan kerugian puluhan juta rupiah.” Ungkapnya.

Menindaklanjuti hal tersebut pihaknya meminta setiap stakeholder sesuai dengan tataran kewenangan masing-masing bisa bekerjasama dengan deteksi dini, pencegahan, evakuasi dan penanganan dapat terus ditingkatkan.

“Kita harus mampu bergerak cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih besar. Kita laksanakan patroli terpadu sebagai upaya pencegahan.” Imbuhnya.

Pihaknya menegaskan, jajaran Polres Trenggalek akan terus berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Namun demikian, apabila nantinya ditemukan adanya unsur kesengajaan maupun pelanggaran yang menyebabkan terjadinya kebakaran, penegakan hukum dan penindakan tegas akan tetap dilakukan.

Pihaknya berharap Rakor ini menjadi titik awal untuk memperkuat sinergitas antara Pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Perhutani, Dinas Kehutanan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, komunitas serta seluruh stakeholder lainnya.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan, pencegahan serta penanganan bencana kekeringan dan Karhutla di wilayah Kabupaten Trenggalek.” Ucapnya.

Sementara itu, Bupati Trenggalek H. Mochamad Nur Arifin, SE., M.PSDM. menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Trenggalek yang selama ini sangat responsif dalam membantu penanganan berbagai permasalahan, khususnya dalam menghadapi kondisi kekeringan dan potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Trenggalek.

Bupati mengatakan, pada prinsipnya pihaknya tidak menginginkan ada warga Kabupaten Trenggalek yang sampai mengalami kesulitan air akibat kekeringan. Upaya yang dilakukan saat ini merupakan bentuk ikhtiar bersama pemerintah dan seluruh stakeholder untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

“Saya minta seluruh Camat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing dapat terpantau dengan baik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menyiapkan atau membuat bak-bak penampungan air di lokasi yang membutuhkan, sehingga pada saat pelaksanaan dropping air, distribusi dapat dilakukan secara lebih efektif dan masyarakat memiliki tempat penampungan yang memadai.” Tegasnya.

Pihaknya berharap persoalan kekeringan maupun potensi Karhutla dapat diantisipasi sejak dini. Jangan sampai kita bergerak setelah terjadi permasalahan, tetapi harus mampu melakukan pencegahan dan penanganan sejak awal demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Trenggalek.

No More Posts Available.

No more pages to load.