Polantas Menyapa, Satlantas Polres Trenggalek Gelar Sosialisasi Yanlik dan Edukasi Tertib Lalin

oleh -1290 Dilihat

Polres Trenggalek – Unit Kamsel dan Regiden Satlantas Polres Trenggalek berkolaborasi bersama pemerintah desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari menggelar edukasi dan sosialisasi tentang kelalulintasan. Selasa, (5/5).

Tak mau setengah-setengah, dalam acara yang mengambil tempat di balai desa Sukorejo dan dihadiri oleh sejumlah perangkat desa, BPD serta elemen masyarakat tersebut menghadirkan Ipda Anggit Purba Sukma, S. H., yang juga menjabat sebagai Kanit Regident dan Aiptu Yono, selaku Kanitkamsel sebagai nara sumber utama.

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. melalui Kasatlantas AKP Sony Suhartanto, S.H., M.H., menuturkan, sosialisasi tersebut lebih mengedepankan metode interaktif. Artinya, petugas tidak hanya menerangkan sebagaimana pembelajaran dalam kelas tetapi mengutamakan menggali informasi, memberikan pemahaman melaui dialog interaktif dua arah.

“Kita coba hilangkan sekat antara petugas dengan masyarakat. Dengan interaksi yang hangat, bersahabat dan komunikasi yang lebih cair akan memudahkan audiens menerima materi yang diberikan.” Ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, Satlantas Polres Trenggalek memiliki satu program unggulan yang bertajuk `Polantas Menyapa` dimana sasarannya adalah masyarakat luas, komunitas hingga ke tingkat desa. Kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai media sosialisasi sekaligus edukasi tentang pentingnya tertib dan keselamatan berlalu lintas.

Sementara itu, Ipda Anggit mengatakan, dalam kesempatan tersebut, selaku petugas yang membidangi regident, pihaknya memaparkan tentang seluk beluk pelayanan publik (Yanlik) baik Samsat maupun Satpas SIM.

“Kita jelaskan berbagai kemudahan, dan inovasi pelayanan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Termasuk bagaimana prosedur dan mekanismenya.” Ujarnya.

Senada, Aiptu Yono menerangkan, pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas tidak hanya menjadi monopoli jalur protokol atau nasional tetapi juga bisa terjadi di jalan desa sekalipun. Oleh sebab itu, mematuhi aturan berkendara merupakan syarat mutlak demi keselamatan masyarakat itu sendiri.

“Kerap kami temukan pelanggaran banyak terjadi di jalan desa. Tidak menggunakan helm, bahkan balap liar. Alibinya karena dekat dan tidak ada polisi. Kesadaran harus terbangun dari diri sendiri. Jangan sampai mengambaikan faktor keselamatan. Ada atau tidak ada polisi.” Tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.