Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi Pule, Kapolres Trenggalek: Bantu Aksesbilitas dan Dorong Ekonomi Warga

oleh -348 Dilihat

Polres Trenggalek – Jembatan merah putih presisi yang berada di tepatnya di Dusun Kojan, Desa Jombok, Kecamatan Pule, Trenggalek resmi dibuka untuk masyarakat luas. Jembatan penghubung antar desa tersebut saat ini sudah bisa diakses masyarakat setempat setelah masa pembangunan selama beberapa waktu yang lalu di nyatakan selesai.

Seremonial peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatangan prasasti oleh Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. didampingi Ketua Cabang Bhayangkari Trenggalek Ny. Titik Ridwan dan dihadiri oleh Kepala Dinas PURP Trenggalek, Forkopimca dan tiga pilar desa setempat. Selasa, (2/6).

Pembangunan jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan inisasi dari jajaran Polres Trenggalek yang bertujuan untuk membantu aksesbilitas dan mobilitas warga sehingga bisa turut menggerakkan roda ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Namun demikian kita tidak kerja sendiri. Oleh sebab itu, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut aktif membantu sehingga pembangunan jembatan Merah Putih Presisi ini bisa rampung tepat waktu dan bisa dimanfaatkan masyarakat.” Ujarnya.

Pihaknya menerangkan, penamaan jembatan Merah Putih ini bukan tanpa sebab melainkan memiliki nilai filosofi yang tinggi. Disamping sebagai warna bendera nasional, merah putih juga melambangkan nilai persatuan dan kesatuan.

“Jadi di tempat ini, kita berharap antar warga bisa bersatu dan terhubung satu sama lain. Jembatan ini memudahkan kita semua untuk bisa bersilaturahmi, bisa bergotong royong, maupun mempermudah kegiatan ekonomi. Jadi yang dulu mungkin harus berputar sekarang bisa lebih singkat dan cepat.” Imbuhnya.

Pihaknya juga meminta kepada warga untuk merawat jembatan tersebut dengan baik agar tetap bisa membawa manfaat besar baik aspek ekonomi maupun sosial dan tentunya memperpanjang usia pakai. Bahkan, jika memungkinkan bisa diperlebar dan diperkuat sehingga tidak hanya dilintasi roda dua dan roda empat tetapi juga kendaraan angkut komoditas pertanian bisa melewati jembatan tersebut.

Sementara itu, Nursalim, kepala desa Jombok yang kebetulan turut hadir dalam acara tersebut menuturkan, Sebelum jembatan ini berdiri, warga setempat harus berjalan memutar cukup jauh. Sekarang, bisa memangkas jarak tempuh hingga 4 kilometer dan menghemat waktu perjalanan kurang lebih 20 menit.

“Kami mewakili masyarakat dusun Kojan menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Trenggalek yang telah menginisiasi pembangunan jembatan Merah Putih Presisi ini. Sangat membantu masyarakat. Sekarang sepeda motor, mobil juga bisa lewat jembatan ini. Lebih cepat dan efisien.” Ucapnya.

Untuk diketahui, dimensi panjang jembatan itu sendiri adalah 10 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 3,5 meter dengan bentang sungai selebar 5 meter. Pembangunan jembatan ini menelan biaya kurang lebih Rp. 45 juta yang berasal dari kemitraan bantuan Polres Trenggalek dan swadaya masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.