Waspada Penipuan dan Pembajakan di Ruang Digital

oleh -161 Dilihat
Webinar Literasi Digital dengan tema "Waspada Penipuan dan Pembajakan di Ruang Digital."

Beritabaikjatim, Jakarta- Dalam rangka memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang penipuan dan pembajakan di ruang digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (APTIKA), menyelenggarakan Webinar Literasi Digital dengan tema “Waspada Penipuan dan Pembajakan di Ruang Digital.”

Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, menyampaikan sambutan pembukaan yang menekankan pentingnya kesadaran terhadap penipuan dan pembajakan di ruang digital.

“Oleh karena itu, Kominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, terus berkomitmen dalam menyelenggarakan berbagai inisiatif dan program peningkatan literasi digital guna mendukung upaya berkelanjutan,” ujar Pangerapan.

Dr. Ir. H. A. Rizki Sadig, Anggota Komisi I DPR RI, mengingatkan pentingnya waspada terhadap penipuan dan pembajakan di ruang digital.

“Saya tidak pernah bosan untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dengan adanya penipuan dan pembajakan di ruang digital. Kita bersama-sama untuk saling menjaga dan terus semangat untuk mengikuti kegiatan-kegiatan peningkatan literasi digital,” ungkap Rizki Sadig.

Nanda Desita, seorang Influencer dan Entrepreneur, menjelaskan beberapa jenis penipuan yang viral dan cara menghindarinya.

“Ada beberapa jenis penipuan yang viral, seperti undangan pernikahan palsu, COD barang palsu, tagihan palsu, dan penipuan melalui OTP aplikasi. Kita harus hati-hati dengan hal ini dan melakukan langkah-langkah preventif, seperti menghapus data-data yang tidak dikenali dan tidak memberikan informasi pribadi secara sembarangan,” papar Nanda.

Webinar ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang berbagai bentuk penipuan dan pembajakan di ruang digital serta langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan. Dengan kesadaran dan pengetahuan yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat menjadi lebih waspada dan terhindar dari ancaman penipuan dan pembajakan di era digital. Semua peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan ruang digital yang aman dan terpercaya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.