
Karawang – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Agus Sahat ST, S.H., M.H., menghadiri acara Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang digelar di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Agenda tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan pembangunan sektor pangan nasional. Swasembada pangan merupakan program prioritas nasional yang secara konsisten ditekankan Presiden Prabowo Subianto sebagai fondasi ketahanan dan kemandirian pangan bangsa, sekaligus sebagai penyangga stabilitas sosial dan ekonomi nasional di tengah tantangan global.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Menteri Kabinet, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Wakil Panglima TNI, Ketua Komisi IV DPR RI, Jamintel, Jampidsus, Kaban Pemulihan Aset, para gubernur, kepala daerah, serta ribuan petani dari berbagai wilayah sentra produksi pangan nasional.
Dalam sambutannya, Menteri Pertanian menyampaikan capaian dan proyeksi strategis sektor pangan nasional. Produksi beras nasional pada tahun ini ditargetkan mencapai 34 juta ton. Di sektor gula, sekitar 50 persen produksi tebu nasional berasal dari Jawa Timur, sehingga pada tahun ini pemerintah memastikan tidak melakukan impor gula putih.
Saat ini, stok Cadangan Beras Pemerintah tercatat mencapai 3,2 juta ton. Angka tersebut dinilai sangat aman dan bahkan melampaui capaian historis Indonesia yang pada tahun 1984 pernah memperoleh penghargaan dari FAO saat cadangan beras berada di kisaran 2 juta ton. Menteri Pertanian menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga pangan.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada para petani dan nelayan Indonesia yang telah berperan besar dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bekerja keras dan memberantas segala praktik korupsi guna mencapai swasembada komoditas strategis lainnya .
“Saya sungguh meyakini dan saya bangga. Saudara-saudara telah membuktikan bahwa Indonesia mampu mencapai swasembada pangan,” tegas Presiden.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pernyataan resmi Presiden Republik Indonesia tentang tercapainya swasembada pangan nasional tahun 2025, yang juga ditandai secara simbolis melalui prosesi gejog lesung, sebagai representasi kearifan lokal sekaligus peneguhan kedaulatan pangan Indonesia.





