Merawat Iman, Meneguhkan Integritas: Kejati Jatim Gelar Pengajian Peringatan Isra Mi’raj 1447 H

oleh -29 Dilihat

Surabaya – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menggelar pengajian dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang diikuti oleh Wakajati, Para Asisten, Kabag TU, Koordinator dan para pegawai yang beragama islam di Aula Sasana Adhyaksa, Selasa (20/1/2026).

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlil dengan penuh kekhusyukan. Nuansa religius semakin terasa ketika ayat suci Al-Qur’an dilantunkan dengan tartil, disertai saritilawah yang menambah kedalaman makna dan ketenangan batin. Pengajian ini turut menghadirkan mubaligh Dr. H. Farmadi Hasyim, yang menyampaikan tausiah dengan pendekatan reflektif dan kontekstual.

Wakajati Saiful Bahri Siregar, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peristiwa suci Isra Mi’raj sarat dengan nilai keimanan, keteladanan, serta penguatan moral yang relevan dengan pelaksanaan tugas aparatur penegak hukum.

“Puncak peristiwa Isra Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu, yang tidak hanya dimaknai sebagai ibadah, tetapi juga simbol kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini sejalan dengan prinsip integritas dan profesionalisme yang harus senantiasa dijaga dalam menjalankan amanah penegakan hukum,” ujar Wakajati.

Sebagai bentuk kepedulian dan pengamalan nilai keagamaan, pengajian juga dirangkai dengan pemberian santunan dari Wakajati dan Para Asisten kepada sejumlah anak yatim dari Panti Asuhan Bani Yaqub Surabaya.

Sementara itu, dalam tausiahnya, Dr. H. Farmadi Hasyim menekankan pentingnya menegakkan shalat lima waktu secara konsisten, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan kerja. Menurutnya, keluarga merupakan madrasah pertama dalam pembentukan karakter, sehingga kedisiplinan shalat di rumah akan membentuk sikap, etos kerja, dan integritas aparatur, sekaligus menjadi fondasi terciptanya lingkungan kerja yang produktif, harmonis, dan bebas dari penyimpangan serta penyalahgunaan kewenangan.

Peringatan Isra Mi’raj berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama, sebagai ikhtiar untuk memohon keberkahan, kekuatan moral, dan keteguhan integritas dalam mengemban tugas pengabdian kepada bangsa, dan negara.

No More Posts Available.

No more pages to load.