Kegembiraan ala Santri eLKISI di Jalan Sehat 1 Muharram

oleh -710 Dilihat
Peserta terdepan jalan sehat perayaan 1 Muharram santri Ponpes Islam Center eLKISI, Pungging, Mojokerto.

MOJOKERTO.Beritabaikjatim.com,-Peringatan  tahun baru Islam, 1 Muharram 1445 H, seluruh santri Ponpes eLKISI Mojokerto mengikuti acara jalan sehat. Kegiatan ini bertujuan  syiar Islam. Acara digelar Rabu (19/7/2023) dimulai pukul 06.00. Ratusan santri berjalan dengan penuh semangat, membawa banner sesuai tingkatan mulai dari KB/TK, SDAI, SMP, SMA, hingga Akademi Dakwah Indonesia (ADI).

Santri putra mengambil rute ke Desa Purworejo dan beristirahat di Edupark eLKISI sebelum kembali ke pondok melalui Desa Mojodadi. Sementara santri putri melintasi Desa Kemuning dan Dosermo kemudian beristirahat di Bukit Bunga Mojorejo (BBM) sebelum kembali ke pondok. Kegiatan ini diselingin dengan pembagian doorprize.

“Pembagian door prize hadiah dilaksanakan pukul 09.00 di Ponpes eLKISI. Alhamdulillah acara berlangsung lancar dan meriah. Semoga menjadi syiar yang barokah bagi umat Islam,” kata Ustad Perdana, selaku ketua penitian kegiatan ini.

Sejarah Tahun Baru Islam pada 1 Muharram ditandai dengan peristiwa besar yakni peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

Perhitungan Tahun Baru Islam bermula di masa sahabat Nabi, Umar bin Khattab RA tepatnya 6 tahun usai Rasul wafat. Umar melakukan musyawarah dengan para sahabat dan mereka pun sepakat menjadikan momentum dimana terjadi peristiwa hijrah nabi sebagai awal mula perhitungan tahun dalam Islam.

Sebelum mengenal kalender Islam atau kalender hijriah, masyarakat Arab mengenal tahun dengan menamainya menggunakan peristiwa penting yang terjadi di tahun tersebut.

Misalnya kelahiran Nabi Muhammad SAW dikenal dengan Tahun Gajah. Bukan tanpa sebab, mengingat pada tahun tersebut terjadi penyerangan terhadap Ka’bah oleh pasukan yang menggunakan gajah sebagai kendaraan perangnya.

Arti kata Muharram

Salah satu bulan yang paling utama dalam kalender Islam adalah Muharram. Kata Muharam sendiri, berasal dari kata yang diharamkan atau dipantang dan dilarang. Ini bermakna pelarangan untuk melakukan peperangan atau pertumpahan darah, dan dianggap sharam. Tahun 1 Muharram sendiri adalah Tahun Baru dalam Islam.

Bagi kita umat Islam di Indonesia, sudah tidak relevan lagi berhijrah berbondong-bondong seperti hijrahnya rasul, mengingat kita sudah bertempat tinggal di negeri yang aman, di negeri yang dijamin kebebasannya untuk beragama. Namun wajib untuk hijrah dalam makna “hijratun nafsiah” dan “hijratul amaliyah” yaitu perpindahan secara spiritual dan intelektual.

Artinya, perpindahan dari kekufuran kepada keimanan dengan meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah. Perpindahan dari kebodohan kepada peningkatan ilmu dengan mendatangi majelis-majelis ta’lim, perpindahan dari kemiskinan kepada kecukupan secara ekonomi dengan kerja keras dan tawakal.

Bisa dimaknai, niat yang kuat untuk menegakkan keadilan, kebenaran dan kesejahteraan umat sehingga terwujud “rahmatal lil alamin” adalah tugas suci bagi umat Islam, baik secara indifidual maupun secara kelompok. Tegaknya Islam di bumi nusantara ini sangat tergantung kepada ada tidaknya semangat hijrah tersebut dari umat Islam itu sendiri. Semoga dalam memasuki tahun baru Hijriah tahun ini, semangat hijrah Rasulullah SAW, tetap mengilhami jiwa menuju kepada keadaan yang lebih baik dalam segala bidang: baik agamanya, baik kepribadiannya, baik moralnya, tinggi intelektualnya dan terpuji.(bjo)

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.